Perbedaan Antara Garasi Dan Carport

Garasi dan carport adalah dua istilah yang sering tertukar, meskipun keduanya memiliki persamaan dalam hal kegunaan. Di samping itu, deduanya juga memiliki beberapa perbedaan yang penting untuk diketahui. Hal ini penting untuk diketahui sebelum memilih membangun mana yang paling tepat untuk rumah Anda. Lantas, apa sajakah perbedaan antara garasi dan carport?
Garasi
Baik garasi dan carport sama-sama menyediakan tempat berlindung untuk barang atau kendaraan yang berada di luar rumah (outdoor)  seperti mobil, perkakas berkebun dan barang-barang lain yang tidak tepat bila diletakkan di dalam rumah. Namun, garasi merupakan sebuah ruangan yang tertutup, sehingga dapat dikunci. Jika privasi dan keamanan adalah pertimbangan utama Anda dalam menyimpan barang-barang di luar ruangan, garasi adalah pilihan yang sesuai.
desain_garasi_modern
Desain Garasi Pada Rumah Bergaya Modern Minimalis
Carport
 Carport biasanya dibangun dengan struktur bangunan yang portabel, umumnya dengan pemasangan atap datar yang disokong oleh empat tiang, atau hanya berbentuk kanopi yang di bangun di depan garasi. Berbeda dengan garasi, carport tidak menjamin
keamanan barang-barang yang Anda letakkan di bawahnya karena semua sisi carport terbuka sedangkan garasi tidak mempunyai sisi yang terbuka. Meski begitu carport masih dapat melindungi kendaraan dari kerusakan yang disebabkan cuaca dan paparan material dari lingkungan sekitar.
desain_carport_modern_1
Desain Carport Dengan Struktur Baja Kantilever
Biaya konstruksi
 Garasi umumnya memerlukan anggaran yang lebih besar untuk membangunnya daripada carport. Satu ruangan garasi bisa menghabiskan dana sekitar Rp. 12.000.000 sampai  65.000.000  untuk garasi yang dapat memuat dua buah mobil. Sedangkan, sebuah carport tidak akan menghabiskan biaya sebesar itu, dan bahkan kini tersedia carport kit yang bisa Anda rakit sendiri dan dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau.
Bagaimana jika Anda ingin mengkonversi carport menjadi garasi?
Sebuah carport berdesain terbuka dengan struktur bangunan yang sederhana dan hanya untuk  melindungi kendaraan atau barang dari paparan sinar matahari dan air hujan, namun kemungkinan tidak cukup baik dalam menangkal debu dan kemungkinan pencurian dikarenakan struktur yang terbuka tersebut. Jika Anda sudah terlanjur memiliki carport, Anda bisa mengkonversinya menjadi sebuah garasi dalam yang waktu singkat.
Atap struktur carport biasanya berkualitas tak terlalu baik, bahkan cenderung rapuh karena hanya bersifat temporer. Untuk mengubahnya, diperlukan beberapa langkah. Namun, sebelum mengubah carport menjadi garasi yang permanen, berikut ini tips agar proses konversi dari garasi menjadi carport tidak memakan biaya penggantian yang terlalu besar.
  1. Perhatikan lantai pada carport Anda, apakah masih berupa tanah atau sudah berupa paving/conblock. Jika masih berupa tanah, Anda dapat memasang beton di permukaannya atau mengisinya dengan pavers untuk membuat lantai carport sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah. Buatlah ketinggian lantai beton sekitar tanah 6 inci agar mobil dapat masuk dan keluar lebih mudah.
  2. Anda juga harus memperhatikan ketinggian atap atau langit – langit pada carport. Carport biasanya memiliki atap yang tak terlalu tinggi, dan cenderung mepet tau mendekati ketinggian mobil, jadi hanya menyisakan sedikit jarak antara mobil dengan langit – langit catport.  Tat kala ingin mengkonversinya menjadi garasi, Anda perlu membuat langit – langit atau atapnya lebih tinggi.
  3. Perhatikan kerangka bagian dalam carport pada pusat rangka bangunan. Anda perlu membingkai atap dengan kayu karena rangka logam carport tidak akan mendukung drywall. Anda juga dapat memilih meggunakan lembaran OSB untuk menutupi rangka carport.
  4. Buat rencangan tata letak garasi sehingga nantinya bangunan berada di tempat yang tepat dan Anda tidak perlu menata ulang kabel dan instalasi yang telah ada dengan tata letak bangunan. Pasang semua instalasi listrik dan lampu. Sebuah carport mungkin tidak membutuhkan daya listrik yang banyak, namun sebaliknya garasi akan memerlukan ernergi listrik untuk menyalakan lampu.
  5. Memasang isolasi dan drywall. Pemasangan isolasi pertama kali akan difokuskan pada ruangan antara atap dan isolasi untuk sirkulasi udara. Jika Anda ingin menggunakan isolasi selulosa Anda lebih baik memasang drywall daripada menggunakan jaring. Gunakan satu sekrup setiap jarak 12 inci dengan memasang mur dan enam sekrup di bagian atas dan bawah lembaran dengan begitu total Anda akan memerlukan total 43 sekrup. Meskipun untuk bagian dinding, Anda mungkin hanya menggunakan lebih sedikit mur, namun drywall dibagian langit-langit harus dilengkapi dengan jumlah sekrup yang memadai.
  6. Lakukan finishing pada bagian dalam garasi atau ruang kerja dengan mudding drywall, lukisan, seni instalasi, instalasi kelistrikan seperti saklar dan stop kontak serta pemasangan karpet yang menutupi lantai jika memungkinkan. Ketika mengerjakan mudding, pastikan hanya untuk mencakup 1/4 inci pada satu waktu untuk menghindari retak pada mudding. Jika diperlukan, misalnya untuk bagian antara lembar drywall, Anda akan perlu mudding berlapis-lapis. Setelah mudding, amplas lah permukaan mudding agar dinding terlihat mulus. Untuk ruang ganda ruang kerja dan garasi Anda dapat membatasinya dengan beton atau menggunakan epoxy untuk memisahkan kedua ruangan tersebut.
Selamat mencoba